Friday, September 19, 2008

Berapa besar bobot sebuah doa?

Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan.
John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya.
"Tolonglah, Pak, Saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang."
John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut.
"Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi," alasannya.
Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi.
Dia mendekati keduanya dan berkata : "Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini." Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, "Tidak perlu,Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja ?"
" Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal."
Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut."
Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan. Mata Si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat."
Si pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi. Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek :
" Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tanganMu." Si Pemilik Toko terdiam. Si Ibu, Louise, berterimakasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si Pemilik Toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak. Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.
Segera setelah anda membaca cerita ini, ucapkanlah sebuah doa. Hanya itu.
DOA ADALAH HADIAH TERBESAR DAN TERINDAH YANG KITA TERIMA
Tanpa biaya, tetapi penuh daya guna.

Thursday, September 18, 2008

Rencana Tuhan Indah Pada Waktunya

Ada seorang anak laki-laki yang berambisi bahwa suatu hari nanti ia akan menjadi jenderal Angkatan Darat (AD). Anak itu pandai dan memiliki ciri-ciri yang lebih daripada cukup untuk dapat membawanya kemanapun ia mau. Untuk itu ia bersyukur kepada Tuhan, oleh karena ia adalah seorang anak yang takut akan Tuhan dan ia selalu berdoa agar suatu hari nanti impiannya akan menjadi kenyataan.

Sayang sekali, ketika saatnya tiba untuk bergabung dengan AD, ia ditolak karena memiliki telapak kaki rata. Setelah berulang kali berusaha, ia kemudian melepaskan hasratnya untuk menjadi jenderal dan ia mempersalahkan Tuhan yang tidak menjawab doanya. Ia merasa seperti berada seorng diri, dengan perasaan kalah, dan di atas segalanya, rasa marah yang belum pernah dialaminya sebelumnya.

Amarah yang mulai ditujukannya terhadap Tuhan. Ia tahu bahwa Tuhan ada, namun tidak mempercayaiNya lagi sebagai seorang sahabat, tetapi sebagai seorang peguasa yang lalim. Ia tidak pernah lagi berdoa atau melangkahkan kakinya ke dalam gereja. Ketika orang-orang berbicara tentang Tuhan yang Maha Pengasih, ia akan mengejek dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan rumit yang akan membuat orang-orang percaya kebingungan.

Ia kemudian memutuskan untuk masuk perguruan tinggi dan menjadi dokter. Dan begitulah, ia menjadi dokter dan beberapa tahun kemudian menjadi seorang ahli bedah yang handl. Ia menjadi pelopor di dalam pembedahan yang berisiko tinggi di mana pasien tidak memiliki kemungkinan hidup lagi apabila tidak ditangani oleh ahli bedah muda ini. Sekarang, semua pasiennya memiliki kesempatan, suatu hidup yang baru.

Selama bertahun-tahun, ia telah menyelamatkan beribu-ribu jiwa, baik anak-anak maupun orang dewasa. Para oran tua sekarang dapat tinggal dengan bahagia bersama dengan putra atau putri mereka yang dilahirkan kembali, dan para ibu yang sakit parah sekarang masih dapat mengasihi keluarganya. Para ayah yang hancur hati karena tak seorangpun yang dapat memelihara keluarganya setelah kematiannya, telah diberikan kesempatan baru.

Setelah ia menjadi lebih tua, ia melatih para ahli bedah lain yang bercita-cita tinggi dengan teknik bedah barunya, dan lebih banyak lagi jiwa yang diselamatkan. Pada suatu hari ia menutup matanya dan pergi menjumpai Tuhan. di situ, masih penuh dengan kebencian, pria itu bertanya kepada Tuhan mengapa doa-doanya tidak pernah dijawab, dan Tuhan berkata, "Pandanglah ke langit, anakKu, dan lihatlah impianmu menjadi kenyataan."

Di sana , ia dapat melihat dirinya sendiri sebagai seorang anak laki-laki yang berdoa untuk bisa menjadi seorang prajurit. Ia melihat dirinya masuk AD dan menjadi prajurit. Di sana ia sombong dan ambisius, dengan pandangan mata yang seakan-akan berkata bahwa suatu hari nanti ia akan memimpin sebuah resimen. Ia kemudian dipanggil untuk mengikuti peperangannya yang pertama, akan tetapi ketika ia berada di kamp di garis depan, sebuah bom jatuh dan membunuhnya. Ia dimasukkan ke dalam peti kayu untuk dikirimkan kembali kepada keluarganya. Semua ambisinya kini hancur berkeping-keping saat orang tuanya menangis dan terus menangis.

Lalu Tuhan berkata, 'Sekarang lihatlah bagaimana rencanaKu telah terpenuhi sekalipun engkau tidak setuju.' Sekali lagi ia memandang ke langit. Di sana ia memperhatikan kehidupannya, hari demi hari dan berapa banyak jiwa yang telah diselamatkannya. Ia melihat senyum di wajah pasiennya dan di wajah anggota keluarganya dan kehidupan baru yang telah diberikannya kepada mereka dengan menjadi seorang ahli bedah.

Kemudian di antara para pasiennya, ia melihat seorang anak laki-laki yang juga memiliki impian untuk menjadi seorang prajurit kelak, namun sayangnya dia terbaring sakit. Ia melihat bagaimana ia telah menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu melalui pembedahan yang dilakukannya. Hari ini anak laki-laki itu telah dewasa dan menjadi seorang jenderal. Ia hanya dapat menjadi jenderal setelah ahli bedah itu menyelamatkan nyawanya.

Sampai di situ, Ia tahu bahwa Tuhan ternyata selalu berada bersama dengannya. Ia mengerti bagaimana Tuhan telah memakainya sebagai alatNya untuk menyelamatkan beribu-ribu jiwa, dan memberikan masa depan kepada anak laki-laki yang ingin menjadi prajurit itu. (Diambil dari Inspirational Christian Stories oleh Vincent Magro-Attard)

Untuk dapat melihat kehendak Tuhan digenapkan di dalam hidup anda, anda harus mengikuti Tuhan dan bukan mengharapkan Tuhan yang mengikuti anda.
(Dave Meyer, Life In The Word, Juni 1997)

'Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.... ' (Pengkotbah 3:11)
' Apa yang kamu alami kini, mungkin tak dapat engkau mengerti, Satu hal tanamkan di hati, indah semua yang Tuhan beri. Tuhan-mu, tak akan memberi ular beracun pada yang minta roti, Cobaan yang engkau alami takkan melebihi kekuatanmu .'

Monday, September 15, 2008

Dia tidak mempunyai hak

Oleh: Mabel Williamson
(dikutip dari buku Tidakkah kami mempunyai hak? - Momentum)

Dia tidak mempunyai hak:
Tidak mempunyai hak atas tempat tidur yang empuk dan meja yang tertata dengan baik;
Tidak mempunyai hak atas rumah-Nya sendiri, tempat di mana Dia bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan bagi diri-Nya.
Tidak mempunyai hak untuk memilih rekan-rekan yang menyenangkan dan ramah, yang bisa memahami Dia dan menyelami perasaan-Nya.
Tidak mempunya hak untuk menjauh kan diri dari kecemaran dan dosa, untuk merapatkan pakaian-Nya disekeliling tubuh-Nya dan menyimpang untuk berjalan di jalan setapak yang lebih bersih
Tidak mempunyai hak untuk dimengerti dan dihargai; bahkan oleh orang-orang kepada siapa Dia telah mencurahkan dua kali lipat dari kasih-Nya
Bahkan tidak mempunyai hak untuk tidak pernah ditinggalkan oleh Bapa-Nya, Pribadi yang memiliki arti lebih daripada segalanya bagi Dia
Satu-satunya hak yang dimiliki-Nya adalah berdiam diri menanggung penghinaan, ludahan, pukulan, mengambil tempat orang berdosa di kursi terdakwa, memikul dosa-dosa saya dalam kesengsaraan di atas salib.
Dia tidak mempunyai hak, bagaimana dengan saya?
Hak atas kenyamanan dalam kehidupan? Tidak! Tetapi hak atas kasih Allah sebagai sandaran
Hak atas keselamatan jasmani? Tidak! Tetapi hak atas jaminan bahwa saya berada dalam kehendak-Nya
Hak atas kasih dan simpati dari orang-orang disekitar saya? Tidak! Tetapi hak atas persahabatan dari Dia yang lebih memahami diri saya daripada saya sendiri.
Hak untuk menjadi pemimpin di antara manusia? Tidak! Tetapi hak untuk dituntun oleh Dia yang kepada-Nya telah saya serahkan segenap diri saya, untuk dituntun sebagai seorang anak kecil, yang tangannya berada dalam genggaman ayahnya.
Hak atas sebuah rumah dan orang-orang yang kita kasihi? Tidak! Tidak selalu begitu! Tetapi hak untuk berdiam dalam hati Allah.
Hak atas diri saya sendiri? Tidak! Tetapi saya mempunyai hak akan Kristus.
Semua yang Dia ambil akan saya berikan
Semua yang Dia beri akan saya terima
Dialah satu-satunya hak saya!
Dialah satu-satunya hak yang dihadapan-Nya semua hak lain tidak ada artinya sama sekali.
Saya mempunyai hak penuh akan Dia
O, kiranya Dia mempunyai hak penuh atas diri saya.